Jaga dia untukku
“Ya ampun na!gue makin minder nih..”Raisa narik tangan Sayna ke kantin− narik disini bukan berarti tuh tangan sampai putus−tanpa diduga Sayna langsung berhenti dan bikin raisa terhuyung- huyung didepannya.
“apaan sih Rai?! Lo tuh cantik,pinter,baik,manis lagi masa karena tuh cowok lo langsung down gitu”
Hibur Sayna dengan semangat dan mencubit pipi sahabatnya.
“Yah biarpun dia punya banyak penggemar di seantero sekolah,but see he haven’t girl friend, so don’t worry and never give up, semangat!!”saking semangatnya sayna gak sadar minuman seorang cowok di dekat meja kami diminumnya
“Na,tapi lo..”Raisa mencoba memberi isyarat ,sayna sudah terlanjur ngabisin segelas jus alpukat tapi tetap saja tidak menyadari kelakuannya.
“Tunggu deh,bukanya gue mesen es jeruk y?ehhnggak deh, gue kan belum mesen…”
“Ehemm,.”sebelum sayna melanjutkan kalimat, cowok disampingnya berdehem.
“Hehehe..sorry ya,lo gak bilang sih rai!”otomatis Sayna langsung nengok cowok tadi dan langsung melotot kearah Raisa.
“Gak masalah lagi,santai aja.”jawab cowok tadi cepat.sepertinya dia takut bila mata Sayna keluar saking melototnya.”yaudah lo mau minum apa?sebagai ganti yang tadi.tapi jangan lebih dari harga yang gue minum,,,”
“Eh gak usah,gue udah kenyang kok,oh iya nama kalian?” cowok yang ternyata bernama Vidi memperkenalkan diri duluan,sementara Sayna dan Raisa di buatnya bengong.gimana gak bengong sebenarnya mereka yang kuper − kurang pergaulan, sampai ada murid yang tidak tahu bahwa mereka ketua OSIS dan wakilnya,atau cowok tersebut yang ‘kuper’.karna selama ini wajar saja bila orang- orang tahu mereka,tapi mereka sebaliknya.
“Kok bengong ?ada yang salah?gue kan murid baru, kasih tau dong kalo gue salah” terka nya malu.
“Ohhh” mereka hanya ber−oh ria, lalu sayna langsung menyambar tangan Vidi tadi
“Gue Sayna Nabilla Putri Vallerina Sachiko” ucapnya tegas.
“Bukannya Sayna Kusumaningtyas?’ Tanyanya,dengan nada antara jahil dan polos.
“Tau darimana lo?!”selidik Sayna lumayan nyolot
“Dari name tag lo”jawabnya benar-benar polos. Dan sekarang bola mata sayna juga benar-benar melotot,−jadi mereka berdua sepertinya memang orang yang suka kebenaran,hehe−
“Gue, Raisa Reonaliza”sambar Raisa,dibalas senyum menawan dari Vidi.
“Kalian kelas berapa?”
“Kelas sebelas,emang kenapa?masalah buat lo”jawab Sayna asal,sementara Raisa hanya bisa mengangkat alis.
“Hahaha..kalian lucu banget.Baru hari pertama sekolah disini udah dapet temen kayak kalian, gue kelas dua belas.”
Sebenarnya Sayna belum menganggap Vidi sebagai temannya,tapi berhubung Vidi tipe yang humoris dan bersahabat,mereka langsung akrab bahkan seminggu pertemanan mereka, sudah membuat orang disekitarnya iri. Bagi para murid perempuan yang sirik,tentu mereka iri melihat Sayna dan Raisa dekat dengan siswa baru yang gantengnya di atas rata-rata dengan tubuh yang memperlihatkan bahwa dia menyukai olahraga semacam basket, karate dan lainnya. Sementara bagi murid laki-laki,mereka dibuat iri melihat Sayna dan Raisa yang dengan mudahnya akrab,karena selama ini bagi mereka yang dengan susah payah pedekate,tetap saja sebatas teman yanghanya bisa say−hello belaka.
Dengan sikap Vidi yang sangat ramah dan bersahabat,Sayna dan Raisa pun seolah mngenalnya sudah lama. Tak jarang pula Vidi membantu tugas-tugas yang dianggap Sayna ataupun Raisa sulit, walaupun mereka berdua termasuk berprestasi, tetap saja ada yang ditanyakan .
“Emmh, lo berdua suka cowok yang gimana”Tanya Vidi,
Pertanyaan yang berhasil membuat Raisa menelan ludah. Bersama Vidi selama beberapa minggu membuatnya lupa dengan sang pangeran pujaannya selama satu tahun ini.
Sementara Sayna dibuatnya berpikir cukup lama,sangat lama.bahkan hari-hari berikutnya.
Kini mereka bertiga dalam duniannya masing-masing,
Malamnya Sayna mendapat satu pesan singkat dari seseorang yang menyatakan suka padanya.
Seseorang yang sangat dikenalnya,yang membuat sahabatnya jungkir balik untuk mendapatkan cintanya.tangan sayna terasa dingin,otaknya seolah tumpul. Ia sangat bingung dengan kejadian yang dialaminya,bagaimana bisa orang yang selama ini ia comblangi malah ternyata menyukainya.Apapun yang ia lakukan seperti buah simalakama. Jika ia menceritakan yang dialaminya, tentu raisa sangat kecewa. Jika ia diam,lambat laun Raisa akan tahu dan bisa jadi membencinya. Sementara kini ia mulai meneduhkan hatinya pada Vidi.
Disisi lain Vidi mencari cara untuk mengenal Raisa lebih dalam. Satu-satunya cara adalah Sayna.
Esok harinya Vidi mulai bertanya-tanya hal mengenai Raisa.Tak dipungkiri saat itu sayna merasa sangat sakit. Ia tahu betapa sakitnya rasa sepihak. Perasaan kecewa membuatnya diam, saat-saat bersama Raisa pun ia seakan menjauh. Walaupun bukan itu yang diinginkannya, entah mengapa tetap itu yang terjadi.
“Na,lo kenapa sih?”
“Gak papa”
“Gak papa gimana, lo kaya menjauh dari gue.akhir-akhir ini lo murung na.”
“Perasaan lo aja kali,gue ke kantin dulu.beli makan.” Jawab Sayna ,meninggalkan Raisa di bangkunya seorang diri.beberapa menit berlalu,ponsel sayna terus bergetar. Diliriknya ponsel itu, tertera nama TARA.Deg−nama yang membuatnya memberanikan diri membaca isi pesan itu.pesan yang membuat persahabatanya dengan sayna,rapuh.
“Lo ngapain,ngejauhin gue na?karena Tara?hah,gue udah tau semuanya. Gue gak nyangka. Lo..”
Raisa pergi dai hadapan sayna,menghambur kekelas XII-IPA2.mencari Vidi.
“Lo kenapa rai?”Tanya Vidi pelan.menuntun Raisa ke taman sekolah. Disanalah Raisa menumpahkan tangisnya.tangis yang membuat Vidi merasa gerah,mendengar nama Tara.tapi apa gunanya? Sekarang bagaimana caranya ia meyatukan kedua sahabat kesayangannya ini.
Sepulang sekolah,Sayna mencoba mengejar Raisa yang jauh didepan.tapi raisa tak mau mendengar penjelasannya.kejadian itu terus berlanjut.sampai akhirnya Vidi mencoba menengahi masalah mereka. Raisa yang semula tak mau,akhirnya mengikut saja.masalah tempat Vidi meminta Raisa.
“Di Coffetup,tempat dulu kita ngerjain tugas”jawab Raisa seloroh.
Vidi meminta Sayna datang juga,sudah pasti sayna setuju. Sabtu pukul 5 sore. Entah mengapa Sayna masih ragu,ia takut Raisa tak menerima penjelasannya. Ia mencoba untuk menulis surat
Untuk sahabat tersayang ku,
Raisa.
Raisa,gue ga tau harus cerita dari mana.sebenarnya Tara udah lama nyatain cintanya. Maaf kalo gue belum ceritain ini ke lo.gueudah nolak,sumpah gue ga adaperasaan ke Tara. Gue juga bingung jelasinnya ke lo. Untuk masalah gue yang jauhin lo, itu karna penyebab lain. Karna..Vidi . dia terlalu baik buat gue dia juga sayang banget ke lo.gue tau itu.tapi gue juga udah lama suka sama dia. Tapi gue iklas kalo lo mau sama dia.lo pantes buat dia.gue Cuma mau lo bahagia. Sikap gue yang diem kemarin Cuma buat nenangin diri gue .kalo gue liat ,lo juga lebih nyaman bareng Vidi daripada Tara.maafin gue
Sayna.
Selesai menulis surat,sayna siap-siap pergi.dilihat jam menunjukan angka 16.47, dengan cepat ia berlari,mencari angkutan terdekat. Tak lama ia sampai. Dilihatnya raisa duduk di dekat kaca,tak jauh dari situ Vidi datang .Dengan cepat ia menyebrang jalan ,tanpa melihat sebuah mobil datang dengan cepat.
Siang,dipemakaman-
“na,maafin gue na,gue salah..”raisa tak bisa melanjutkan kata-katanya
“ikhlas rai,biarin sayna bahagia disana. Selama ini kalian udah bersama, saatnya berpisah. Semua udah di takdirkan..”
Beberapa orang telah mennggalkan makam itu,saat melangkah pergi,Vidi mendengar suara pelan namun jelas
“jaga Raisa,sahabatku”
Sontak Vidi menoleh ke belakang,”pasti,na,thank’s”
-selesai-
Oleh:Nunung Nurhayati